Sunat Gemuk, Tak Semua Bisa Melakukan, Kami Ahlinya

Bicara tentang sunat pada anak, salah satu hal yang jadi perhatian orang tua sebelum si kecil sunat adalah bagaimana badan mereka, gemuk atau kurus. Sunat gemuk, memerlukan teknik tersendiri dan professionalitas dokter yang mumpuni.

Sering banget anak gemuk dibilang susah sunatnya. Sehingga, terkesan penisnya tenggelam. Yang menarik buat Dr. Mahdian Nur Nasution SpBS, praktisi sunat gemuk Rumah Sunat dr. Mahdian atau dulu dikenal Rumah Sunatan, keinginan si anak untuk disunat ditolak beberapa kali di tempat sunat karena alasan gemuk. “Tentunya membuat orang tua dan anak kecewa,” jelasnya.

Berdasarkan cerita pihak pasien, solusi yang ditawarkan adalah tunggu sampai anaknya kurusan. Alhasil, bingunglah orang tua si anak, Bun. Si orang tua pun bilang misalkan anaknya nggak lebih kurus nggak bakal sunat. Benar juga ya, Bun, He-he-he.

“Bila boleh saya berpesan, nggak apa-apa nyunatin anak yang gemuk. Memang biasanya (penisnya) tenggelam karena lemak daerah perut bawahnya. Tapi bisa dimanipulasi dengan cara tekan sedikit daerah bawah perutnya niscaya yang akan disunat nonjol jelas sehingga bisa dioperasi,” tutur Dr. Mahdian Nur Nasution, praktisi khitan gemuk Indonesia.

Uniknya Sunat Gemuk

Apa yang disampaikan Dr. Mahdian benar adanya. Tak sedikit orangtua, atau masyarakat yang menyampaikan pengalaman serupa yaitu si kecil yang gemuk ditolak untuk disunat oleh beberapa tempat. Tapi, ada juga yang bilang sang anak berbadan gemuk dan saat disunat dokter yang menyunat melakukan tips atau trik khusus yang tidak banyak diketahui dokter lain.

Bunda pernah punya pengalaman terkait menyunat anak termasuk kalau si kecil gemuk? Terkait sunat pada anak gemuk, dr. Mahdian Nur Nasution SpBS, pakar khitan gemuk Rumah Sunat dr Mahdian bilang pada anak gemuk memang penis cenderung tenggelam atau terpendam karena lemak pubis lebih lebih banyak.

Nah, metode sunat yang disarankan untuk anak gemuk adalah konvensional atau electrical couter. Hanya saja, tiap prosedur pasti punya and minus masing-masing ya, Bun. Pada metode konvensional pastinya ada perdarahan lalu risiko infeksi, nyeri, dan inflamasi. Sementara itu, prosedur electric cauter seperti prosedur konvensional. Bedanya pembedahan pakai electric cauter jadi nggak ada perdarahan, khitan gemuk menjadi lebih aman.

Baik dengan metode sunat konvensional atau electrical cauter tetap ada jahitan dan perban. Kemudian, anak lebih lambat kembali beraktivitas dan nggak boleh langsung mandi. Untuk pemulihan luka pasca sunat tergantung kondisi tubuh anak ya, Bun.

“Kondisi anak beda-beda. Walau secara umum yang paling nyaman pakai klamp, baiknya tetap konsul dulu sebelum anak dikhitan,” ujar dr Mahdian, dokter khitan gemuk Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih – Kota Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now