Sunat Gemuk, Tak Perlu Terapi Hormon

Rumah Sunat dr. Mahdian memberikan solusi khitan ditangani oleh dokter terbaik dengan fasilitas dan tempat klinik terbaik, cabang terbanyak dan biaya sunat yang terjangkau.

Sunat gemuk – Sunat yang memiliki arti membuang sebagian atau seluruh kulit yang menutupi kepala penis (glans) yang kerap disebut kulup bukan lagi hal yang asing di Indonesia. Mayoritas anak yang sudah dewasa melaksanakan tindakan sunat sebagai bukti kedewasaan. Di bukunya, Klem, Revolusi Sunat Modern, dr. Mahdian Nur Nasution menerangkan sunat secara etimologis (lughawi) merupakan bentuk masdar (verbal noun) dari Fi’il madi khatana yang berarti memotong. Dalam terminologi syariah Islam, sunat bagi laki-laki adalah memotong seluruh kulit yang menutup hasyafah (kepala penis) kemaluan laki-laki sehingga semua hasyafah terbuka.

Kemudian dr. Mahdian menuliskan bahwa sunat sendiri sudah dikenal oleh manusia sejak zaman Nabi Ibrahim AS, hal itu terkait dengan perintah Allah SWT. Atas Nabi Ibrahim untuk mensucikan dirinya dari kotoran yang melekat pada daerah kemaluan karena belum disunat. Seiring dengan perkambangan zaman, prosedur sunat pun banyak mengalami perkembangan pesat mulai dari tradisional, konvensional, hingga modern.

Di dalam dunia sunat, ada sebuah kondisi penis yang berbeda sering ditemukan pada anak yang hendak melakukan tindakan sunat. Keadaan ini dinamakan mikro penis dan burried penis. Kedua kondisi ini sekilas memang nampak sama tetapi sesungguhnya berbeda. Jika mikro penis adalah kondisi di mana penis memiliki ukuran yang memang di bawah rata-rata (lebih kecil). Sedangkan burried penis ukuran penis normal hanya saja tertutup lapisan lemak di bawah perut.

Mikro Penis pada Sunat Gemuk

Mikro penis dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya faktor hormonal semenjak anak masih dalam kandungan dan burried penis. Anak akan didiagnosa mengidap mikro penis jika ukuran penis bayi yang baru dilahirkan kurang dari 2cm tanpa dibarengi oleh kelainan struktur penis. Jika faktor yang mempengaruhi adalah hormonal maka akan terjadi penghambatan terhadap kerja androgen khususnya testostron dan dihidrotestoteron. Hal ini akan bertanggung jawab pada perkembangan organ kelamin luar dan perkembangan karakteristik sekunder pria.

Pada kasus lain tertimbunnya penis dapat disebabkan oleh pembengkakan akibat penyakit. Keadaan penis yang tertutup akan menyulitkan ketika hendak disunat, anak dengan kondisi ini tentunya haruslah mendapat penanganan tenaga ahli yang profesional. Jika garis sunat terlalu jauh dari glans maka akan mengakibatkan kulit batang penis yang terpotong dan kulup akan tetap tertinggal di glans. Karena glans tidak  menempel pada batang penis, keadaan penis yang terkubur akan menambah sulit ketika disunat. Maka dari itu sangat dibutuhkan penangan khusus untuk melakukan sunat pada kondisi penis yang tertimbun (burried penis).

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah setiap anak gemuk (obesitas) harus menjalani sunat gemuk? Jawabannya tentu tidak, pengaplikasian prosedur sunat gemuk tergantung pada kondisi penis si anak.

Sunat Gemuk Kapan Dilakukan

Sunat gemuk memiliki tingkat kesulitan yang lebih ketimbang sunat biasa, dalam kondisi burried penis tim medis yang menangani akan mengalami kesulitan. Dalam menentukan garis sunat diakibatkan anatomi penis yang tersembunyi. Jika saja keliru dalam penanganan maka risikonya adalah kulup yang kembali lagi sehingga mau tidak mau pasien harus menjalani perbaikan sunat yang biasa disebut reprarasi sunat. Namun tindakan bukan berarti tindakan ini mudah dilakukan. Risiko trauma anak karena harus disunat lagi membayangi tindakan ini. Sebagai tambahan, terdapat beberapa alasan yang mendasari sulitnya sunat gemuk. Yaitu:

  1. Karena batang penisnya tenggelam oleh lemak seringkali menyulitkan dokter yang mengkhitan untuk menentukan seberapa banyak kulit kulup yang akan dipotong. Karena apabila kulit kulup yang dibuang terlalu banyak penisnya akan terlihat pendek pada saat ereksi. Tapi apabila kulit kulupnya terlalu sedikit diambil justru sering kali penisnya terlihat kulup kembali atau seperti tidak disunat
  2. Resiko untuk khitan ulang dikarenakan kepala penis tertutup kembali akibat tertutup oleh lapisan lemak.
  3. Resiko terjadinya trauma saat tindakan

Pada kasus sunat gemuk, kebanyakan rumah sakit dan klinik sunat menyarankan anak menjalani terapi hormon sebagai solusi dalam mempermudah tindakan sunat yang nantinya dilaksanakan. Terapi hormon sendiri memiliki makna penggunaan hormon dalam penanganan medis. Dalam praktiknya, terapi hormon dapat membawa beberapa efek samping ringan seperti sakit kepala, mual, sakit di bagian dada, sampai ke efek yang cukup berat seperti gangguan jantung, stroke, dan pembekuan darah.

Terapi hormon biasanya dilakukan dalam rentan waktu 2,5 bulan, terapi hormon menggunakan tablet hormon yang harus dikonsumsi anak sehari 4 tablet. Terapi ini paling baik dilakukan sebelum anak menginjak masa pubertas karena jika terapi dilakukan saat menginjak masa remaja atau dewasa hasilnya tidak akan meksimal. Pada bulan pertama biasanya anak beristirahat selama 2 minggu sebelum kemudian melanjutkan ke pengobatan tahap kedua. Terapi hormon biasanya menelan biaya berkisar Rp.1.550.000 untuk sekali terapi dan biasanya membutuhkan beberapa kali terapi.

Tanpa Terapi Hormon di Rumah Sunat dr Mahdian

Meski pun begitu, sunat pada anak gemuk dapat dilakukan tanpa harus terpai hormon. Di Rumah Sunatan sendiri telah menghadirkan layanan khitan gemuk yang dikhususkan untuk anak gemuk dan mikro penis. Tanpa harus terapi hormon, dengan metode khusus yang telah dikembangkan berdasarkan pengalaman dan ditangani langsung oleh dokter spesialis bedah. Rumah Sunatan berhasil menerapkan sunat pada anak gemuk maupun mikro penis. Bagi para orang tua yang ingin menjalani sunat gemuk, direkomendasikan untuk melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Konsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa kondisi penis tenggelam dan harus dikhitan dengan metode khusus dikarenkan banyak pasien dengan kondisi tubuh gemuk tapi batang penisnya muncul sehingga bisa disunat menggunakan metode biasa.
  2. Sebelum sunat baiknya orang tua mengedukasi anak atau membantu anak untuk menjaga higienis di daerah genetalia.
  3. Disarankan sering menarik kulup penisnya biar tidak ada perlengkatan pada kepala penisnya sehingga bersih dari kotoran sisa buang air pipis yang mengendap di dalam.
  4. Disarankan orangtua mengkontrol pola makan dengan cara mengurangi makanan makanan yang siap saji. Karena cenderung banyak menggunakan hormon pada makanan tersebut.
  5. Sebelum tindakan khitan baiknya orang tua memberi pengertian kepada anak mengenai proses khitan agar lebih siap saat tindakan berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih – Kota Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now