Alasan Anak Gemuk Perlu Sunat dengan Metode Khusus

Anak laki-laki di Indonesia pada umumnya disunat pada usia 5-7 tahun. Sunat adalah membuang sebagian atau seluruh kulit (kulup) yang menutupi kepala penis (glans). Sunat sendiri termasuk dalam syariat Islam, sementara manfaat sunat bagi kesehatan sudah terbukti dengan adanya beberapa penelitian. Namun pada beberapa kasus, sampai anak menjelang remaja, belum juga disunat. Ternyata penyebabnya adalah si anak memiliki badan yang gemuk sehingga sulit menemukan dokter atau klinik yang bisa melakukan sunat pada anak gemuk. Tidak sedikit anak yang memiliki tubuh gemuk, terpaksa harus menunda sunat, kecuali ia menggunakan metode khusus.

Mengapa sunat anak gemuk sulit dilakukan? Sunat gemuk memang memiliki tingkat kesulitan yang lebih ketimbang sunat biasa. Pada anak gemuk, biasanya ditemui kondisi buried penis atau penis terkubur, sehingga tim medis yang menangani akan mengalami kesulitan dalam menentukan garis sunat diakibatkan anatomi penis yang tersembunyi.

Apabila ada kesalahan dalam penanganan, risiko kulup kembali lebih besar sehingga bila hal itu terjadi, maka perlu dilakukan sunat ulang. Pasien harus menjalani perbaikan sunat yang biasa disebut reparasi sunat. Tindakan ini bisa saja terjadi risiko trauma pada anak karena harus disunat lagi.

Inilah beberapa alasan mengapa anak gemuk sulit disunat sehingga membutuhkan metode khusus:

  1. Batang penis anak gemuk umumnya tenggelam oleh lemak sehingga menyulitkan dokter yang mengkhitan untuk menentukan seberapa banyak kulit kulup yang akan dipotong. Apabila kulit kulup yang dibuang melebihi seharusnya, penisnya akan terlihat pendek pada saat ereksi. Sebaliknya apabila kulit kulupnya yang dibuang kurang, sering kali penisnya terlihat kulup kembali (menutup kembali) atau seperti tidak disunat
  2. Ada risiko untuk khitan ulang dikarenakan kepala penis tertutup kembali akibat tertutup oleh lapisan lemak
  3. Risiko terjadinya trauma saat tindakan

Metode Khusus Sunat Anak Gemuk

Secara umum, tahapan sunat pada anak gemuk hampir sama dengan sunat pada umumnya, meliputi persiapan, pemberian anestesi, perawatan pascakhitan, serta edukasi anak dan orangtua.  Hanya saja, sebelum melakukan sunat, anak disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sunatnya. Mengapa? Dokter perlu melihat bagaimana kondisi penis sang anak, karena tidak semua anak gemuk perlu melakukan sunat anak gemuk.

Sunat anak gemuk sebaiknya dilakukan oleh dokter spesialis bedah yang khusus untuk menangani sunat gemuk dengan metode khusus sunat gemuk  sehingga dapat membuat muncul penis yang tadinya tenggelam atau tertimbun oleh lapisan lemak yang ada di perut menjadi terlihat.

Setelah proses sunat selesai dokter biasanya akan menjelaskan bagaimana perawatannya dan hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Dokter juga akan menyarankan untuk minum obat sesuai anjuran.

Rumah Sunat dr. Mahdian merupakan pelopor  khitan  gemuk tanpa diet dan tanpa terapi hormon, sehingga anak gemuk dapat disunat tanpa harus menunggu terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih – Kota Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now