Parenting: Bullying Pada Anak Obesitas, Begini Peran Orangtua

Anak-anak yang mengalami obesitas banyak menghadapi tekanan di lingkungan sosialnya, selain harus menurunkan berat badan. Ada kemungkinan diejek di sekolah karena berat badan mereka. Seiring waktu, ejekan ini dapat menimbulkan dampak emosional, membuat mereka merasa terisolasi, tertekan, malu, dan sedih .

Beberapa dari anak-anak ini akhirnya takut pergi ke sekolah, dan lebih cenderung bolos ke kelas. Menurut penelitian, remaja yang diejek tentang berat badannya juga cenderung menghindari aktivitas fisik di sekolah, seperti kelas olahraga atau olahraga, seringkali karena di tempat-tempat tersebut mereka merasa rentan terhadap ejekan.

Kasus Bullying Pada Anak Obesitas

Sebuah studi tahun 2015 di Italia yang melibatkan 147 anak sekolah dasar menyimpulkan bahwa anak-anak dengan berat badan normal, memiliki kemungkinan jauh lebih kecil  untuk diintimidasi daripadateman-teman mereka yang mengalami obesitas atau sangat gemuk.

Berikut adalah hasil temuan:

  • 44,4%anak obesitas atau yang sangat gemuk mengalami panggilan nama dibandingkan dengan 10,1% pada anak-anak dengan berat badan normal.
  • 21%anak obesitas atau yang sangat gemuk mengalami viktimisasi fisik dibandingkan dengan 5,4% pada anak dengan berat badan normal .
  • 18,5% dari anakobesitas atau yang sangat gemuk dikeluarkan dari kegiatan kelompok dibandingkan dengan 5,4% dari anak-anak dengan berat badan normal.

Peran Orangtua

Bagaimana peran orangtua menghadapi anak yang mengalami ‘bullying’ akibat berat badannya?

  • Tekankan bahwa tidak ada yang pantas diejek . Terlepas dari apakah itu karena berat badan, warna kulit, atau alasan lainnya – penindasan tidak pernah boleh.
  • Beritahu orang dewasa. Dorong anak Anda untuk berbicara dengan guru tepercaya di sekolah.
  • Tetap dalam kelompok . Bantu mereka untuk mengidentifikasi setidaknya satu teman lain yang dapat mereka temui ketika mereka berjalan di lorong sekolah, duduk di kantin, atau saat berjalan pulang sekolah.
  • Sebisa mungkin, tidak bereaksi terhadap ejekan itu. Jika pelaku intimidasi di sekolah melihatnya menjadi cemas atau bahkan mulai menangis, godaan tersebut mungkin menjadi lebih buruk. Dorong anak Anda untuk menjaga ketenangannya, berbalik, dan pergi.
  • Jika anak Anda tidak berani untuk memberitahu gurunya, Anda dapat mewakilinya memberitahu sang guru ataupun kepala sekolah. Anda tidak bisa langsung menegur pelaku penindasan ataupun orangtua pelaku sendiri.
  • Yakinkan anak Anda untuk mencoba lebih dekat dengan teman-teman yang dia miliki di sekolah. Jika dia berkumpul dengan sekelompok orang,kecil kemungkinannya dia akan diperlakukan buruk.
  • Jangan lupakan komputer dan ponsel. Penindasan berbasis berat badan melalui media sosial sangat menyakitkan. Pantau aktivitas media sosial anak Anda dan tanggapi dengan serius setiap penindasan dunia maya terhadap anak Anda.
  • Temukan kegiatan di luar sekolah yang dapat diikuti oleh anak Anda , di mana dia dapat mengembangkan kelompok teman baru yang mungkin tidak terlalu menggoda.
  • Habiskan waktu bersama anak Anda.

Peluang Berubah dan Fokus Pada Hal Positif

Selain melakukan beberapa saran di atas, sebenarnya Anda dapat membantu anak untuk melakukan perubahan. Mulailah percakapan dengan anak Anda tentang bagaimana perasaan dia saat digoda.

“Bagaimana perasaanmu ketika anak-anak berbicara kepadamu seperti itu?” Atau “Apa pendapat Anda tentang apa yang mereka katakan?” Ubah insiden itu menjadi peluang untuk berubah dan fokus pada hal positif.

Jika anak Anda mengatakan bahwa apa yang terjadi membuatnya ingin menurunkan berat badan, inilah saatnya mengalihkan fokusnya dari menurunkan berat badan menjadi sehat. Bekerja sama untuk membuat rencana. Ketika anak Anda terlibat dalam proses tersebut – memilih makanan dan aktivitas yang sehat, misalnya – dia akan cenderung ingin mematuhinya.

Tunjukkan bahwa adalah baik bagi seluruh keluarga untuk membuat pilihan yang lebih baik, apakah itu berolahraga sedikit lebih banyak atau berusaha untuk makan sedikit lebih baik.

“Yang penting bukan berapa beratmu, tapi seberapa sehat tubuhmu. Hal apa yang menurutmu bisa kita upayakan sebagai keluarga agar kita semua lebih sehat?”

Melakukan Konsultasi dengan Dokter Tentang Anak Obesitas

Pertama, rencanakan untuk melakukan konsultasi dengan dokter anak. Hubungi sebelumnya untuk memberi tahu dia bahwa Anda ingin dia berbicara dengan anak Anda tentang berat badan yang sehat saat Anda berkunjung. Dia juga dapat mengukur tinggi dan berat badan anak Anda untuk mengetahui indeks massa tubuhnya (IMS) dan melihat apakah dia benar-benar kelebihan berat badan(obesitas) .

Kemudian, gunakan kesempatan ini untuk mengajak seluruh keluarga Anda membuat perubahan cerdas. Anda dapat mulai melakukan olahraga dan mulai mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah serta menghindari makanan cepat saji.

Anda juga perlu menekankan pada anak Anda untuk mencintai dirinya sendiri untuk meningkatkan rasa percaya dirinya.

 

*Tulisan ini tidak dapat diajadikan sebagai perawatan pengganti medis. Anda tetap perlu melakukan konsultasi baik dengan dokter ahli gizi, dokter anak ataupun psikolog anak.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih – Kota Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

marketingklinik@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now