Ketahui Bahaya Terapi Hormon Pada Anak

Bahaya terapi hormon pada anak yang memiliki gangguan hormon seperti micropenis dapat menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari. Sebagian dokter menyarankan pemberian terapi hormon Ini untuk merangsang pertumbuhan penis yang kecil pada anak laki-laki, namun apa sih dampak negatif dari terapi hormon? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Micropenis adalah ukuran penis anak yang lebih kecil dari rata-rata ukuran penis normal pada anak-anak seusianya. Masalah kesehatan ini bisa di deteksi sejak lahir atau pada anak-anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan. Penyebab micropenis ini antara lain kekurangan hormon testosteron, anak yang kegemukan, dan sindrom Klinefelter (kelainan kromosom).

Penyebab Micropenis Pada Anak

Kemungkinan bayi yang mengalami micropenis di sebabkan oleh kurangnya produksi hormon androgen, terutama hormon testosteron. Penyebab lain dari kondisi micropenis ini yaitu karena faktor genetik dan janin yang terpapar zat kimia berbahaya sejak dalam kandungan.

Mengatasi Micropenis dengan Terapi Hormon

Kelainan pada penis ini jika tidak di tangani segera bisa menyebabkan masalah kesehatan. Ada beberapa cara  untuk mengatasi micropenis, antara lain yaitu dengan terapi hormon. Terapi ini bisa di lakukan sejak dini karena alat kelamin bayi atau anak-anak masih terus berkembang sehingga mampu memberikan stimulasi untuk pertumbuhan penis secara cepat.

Sebelum memberikan terapi hormon pada anak, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan terutama untuk melihat kadar testosteron dalam darah.

Terapi hormon sebaiknya di berikan pada anak di bawah usia 3 tahun atau sebelum anak mengalami masa pubertas. Pemberian hormon testosteron bisa berupa suntikan ataupun krim yang di oleskan ke penis anak.

Efek Samping Terapi Hormon

Terapi hormon pada anak laki-laki memang bisa membantu mengatasi masalah-masalah kesehatan pada anak, seperti micropenis. Namun, ada efek samping yang berbahaya dari terapi hormon ini.

Bahaya dari terapi hormon ini antara lain bisa menyebabkan iritasi, alergi atau ruam pada alat kelamin anak. Selain itu, anak bisa mengalami infertilitas, pembekuan darah, peningkatan jumlah sel darah merah, dan kanker prostat di kemudian hari.

Terapi hormon mungkin berguna untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan akibat kekurangan hormon testosteron. Akan tetapi,setelah mengetahui efek samping dan risiko yang bisa ditimbulkan karena terapi hormon ini, sebaiknya berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter agar terapi hormon yang dilakukan nantinya bisa memberikan dampak yang signifikan ke depannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih – Kota Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

marketingrumahsunat@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now