Risiko Obesitas di Masa Pandemi Covid19

Tak hanya Covid19 saja yang perlu di waspadai tapi juga risiko obesitas yang meningkat di masa pandemi.

Sejak maraknya wabah virus Corona tahun 2020 lalu hingga saat ini, salah satu upaya yang di lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran penularan virus Corona adalah  pembatasan aktivitas di luar rumah. Bagi yang bekerja melakukan work from home (wfh) dan bagi anak-anak yang sekolah, yaitu belajar dari rumah secara daring.

Namun, ternyata pembatasan aktivitas keluar rumah ini berisiko menghadirkan adanya perubahan gaya hidup. Salah satunya adalah terjadinya peningkatan risiko obesitas di masa pandemi seperti saat ini.

Obesitas Di Masa Pandemi

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun berisiko alami obesitas di masa pandemi seperti sekarang ini.  Peningkatan angka obesitas di masa pandemi sangat tinggi. Hal ini dikarenakan adanya pembatasan untuk keluar rumah yang secara tidak langsung menyebabkan waktu bermain gadget dan waktu nyemil makanan ringan atau mengonsumsi makanan cepat saji menjadi meningkat sedangkan untuk bergerak aktif sangat terbatas.

Mengonsumsi jenis makanan cepat saji atau makanan dan minuman kekinian cenderung memiliki tinggi lemak, gula dan karbo.

Dampak Obesitas

Beberapa dampak kesehatan yang terjadi jika obesitas diantaranya:

  • Dampak Metabolik
    Lingkar perut pada ukuran tertentu (laki-laki> 90 cm) akan berdampak pada peningkatan trigliserida dan penurunan kolesterol HDL dan meningkatkan tekanan dara
  • Dampak Penyakit Lain
    Obesitas juga berdampak pada munculnya berbagai penyakit, seperti, osteoartritis lutut dan pinggul (berhubungan dengan mekanik), pembentukan batu empedu, sleep apnoea(henti nafas saat tidur), low back pain (nyeri pinggang), penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, hingga stroke.

Upaya Pencegahan Obesitas

Berikut upaya yang dapat diterapkan untuk mencegah berbagai penyakit merusak masa depan:

  • Pola Makan
    Upaya pencegahan obesitas dengan memerhatikan jumlah, jenis dan jadwal makan dan juga pengolahan bahan makanan. Dalam satu piring makanan yang di konsumsi, sebaiknyaterdiri dari karbohidrat, protein dan juga sayur dan buah-buahan. Takarannya, ¼ porsi piring sumber karbohidrat, ¼ porsi piring protein rendah lemak, lebih dari ¼ porsi piring sayuran, dan kurang dari ¼ porsi piring buah-buahan.
  • Aktif Bergerak
    Melakukan aktivitas fisikatau aktif bergerak, menjadi salah satu upaya mencegah obesitas. Namun perlu di lakukan secara  kontinyu dengan gerakan intensitas rendah sampai sedang, sehingga terjadi peningkatan massa otot. Hal ini di lakukan untuk penyeimbangan kalori yang di terima dan di keluarkan oleh tubuh. Berolahraga minimal 30 menit setiap harinya.
  • Pola Tidur/Istirahat
    Kurang tidur dapat menyebabkan hormon leptin terganggu, sehingga rasa lapar tidak terkontrol. Seseorang di anjurkan untuk tidur sebanyak 6-8 jam per hariny Jika kuantitas tidur tidak sesuaidapat memengaruhi keseimbangan yang memicu obesitas.

 

Jangan jadikan masa pandemi sebagai alasan untuk bermalas-malasan, berbagai aktivitas fisik seperti olahraga tidak harus selalu keluar rumah, namun bisa juga di lakukan di dalam rumah, misalnya yoga atau senam. Kurangi kegiatan yang sifatnya rebahan sebagai bentuk upaya pencegahan penularan virus dengan menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Raya Jatiasih No. 7, Jatiasih – Kota Bekasi 17423

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-8242-0020

marketingrumahsunat@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now